Pages

Muslim Nonton Kembang Api Perayaan Tahun Baru ?

Posted by Abu Mumtazah Senin, 30 Desember 2019 0 komentar
Muslim Nonton Kembang Api Perayaan Tahun Baru
Muslim Nonton Kembang Api Perayaan Tahun Baru  
Muslim jangan latah ikut - ikutan perayaan - perayaan non muslim (kafir). Sekedar nonton kembang api, atau kagiatan - kegiatan yang masuk dalam andil ikut merayakan perayaan orang non muslim hendaknya kita jauhi, dan kita jauhkan dari keluarga dan orang dekat di sekitar kita. 

Karena akidah muslim itu jelas, tidak bisa di campur aduk. Tidak ada ucapan selamat untuk kekufuran, dan tidak ada ikut andil dalam perayaan perayaan mereka. 

Allah ta'ala berfirman, 

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. (QS. Al Furqan : 72)

Makna الزُّور menurut Abul 'Aliyah, Tawus, Ibnu Sirin, Ad-Dahhak, dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lain-lainnya adalah tidak pernah menghadiri hari-hari raya kaum musyrik.

Maka tidak layak seorang muslim ikut - ikutan apalagi turut serta dalam perayaan - perayaan orang - orang kafir dalam hari raya mereka. 

Cukuplah dua hari raya di dalam Islam bagi kita. Tidak perlu ikut - ikutan cari rame, atau sekedar cari kesengan dengan cara menggadaikan akidah. 

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin. 

Baca Selengkapnya ....

Yang Paling Berat Dalam Mendidik Anak

Posted by Abu Mumtazah Minggu, 29 Desember 2019 0 komentar
Yang Terberat Dalam Mendidik Anak
Yang Terberat Dalam Mendidik Anak

Pendidikan Terbaik bagi anak - anak adalah melalui keteladanan. Yaitu bagaimana seorang guru (orang tua) dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi anak - anaknya.

Dengan memberikan tauladan yang baik bagi anak - anak, maka secara langsung maupun tidak langsung, kita telah mengajarkan anak - anak kita dengan hal yang nyata. Yang hal ini lebih menempel kuat pada kepribadian sang anak.

Hindari sikap dan perbuatan kita sebagai guru di rumah, yang bertentangan dengan apa yang kita ucapkan.

Dalam satu hal kita berbicara melarang sesuatu, dalam hal lain kita kerjakan apa yang sempat kita larang tersebut.

Cukuplah menjadi sebuah peringatan bagi kita untuk selalu menyelaraskan antara ucapan dan amalan kita Firman Allah ta'ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ , كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS.Ash-Shaf:2-3)

Semoga bermanfaat, boleh di share ...

Baca Selengkapnya ....

Noda Hitam

Posted by Abu Mumtazah Jumat, 13 Desember 2019 0 komentar
Noda Hitam di Hati  Noda Hitam Di Wajah
Noda Hitam di Hati  Noda Hitam Di Wajah
Kadang kita lihat di sekitar kita,  betapa banyak orang - orang yang sangat khawatir terhadap noda hitam di wajahnya, namun mereka kurang peduli terhadap noda hitam yang mungkin menempel di hatinya di akibatkan perbuatan maksiat.

Berbagai macam produk kecantikan, pemutih dan pembersih wajah laku keras dan banyak di cari di pasaran. Berbeda dengan produk buku - buku, taklim - taklim yang bisa membersihkan hati akibat dosa yang di perbuat perharinya. Produk terssebut sepi peminat. 

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ


كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam.
Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus.

Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya.

Itulah penutup yang difirmankan Allah,

“Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka” (QS. Al-Muthaffifin: 4), (HR. Tirmidzi). 

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua, menjadikan prioritas yang utama adalah membersihkan hati dari yang lainnya. 

Catatan AMW 

Baca Selengkapnya ....

Catatan Tentang Rizki

Posted by Abu Mumtazah Rabu, 18 September 2019 0 komentar
Rizki Itu Cukup Untuk Hidup, tapi ga akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup
Rizki Itu ...
Rizki asal maknanya adalah luas. Tidak hanya berkaitan dengan permasalahan harta benda saja. Namun banyak ckupannya. Bahkan kesehatan, anak - anak, waktu luang, keluarga, dan banyak hal lainnya termasuk dalam cakupan rizki.

Namun pada catatan kali ini, kami ingin mengkhususkan tulisannya pada masalah rizki yang berkaitan dengan hal - hal yang sifatnya materi, harta benda.

Antara Hidup dan Gaya Hidup

Masalah rizki, Allah memberikan antara seorang hamba dengan yang lainnya berbeda - beda porsinya. Ada yang Allah berikan dalam jumlah yang lebih banyak, ada juga yang Allah berikan lebih sedikit dari yang lainnya.

Namun perlu di catat, Allah ar-Rozzaq memberikan rizki kepada setiap hambanya sesuai dengan kebutuhan kehidupannya. Tidak akan berhenti rizki kepada seorang hamba selama masih ada kehidupan padanya. Karena rizki itu berhenti mengalir kepada seseorang sampai di detik kehidupannya yang terakhir. 

Jika kita memahami konsep rizki yang telah Allah gariskan tersebut. Maka kita akan mendapatkan kesimpulan, bahwasannya Rizqi yang Allah berikan kepada setiap hambanya itu pasti akan cukup untuk memenuhi kehidupannya sehari - hari

Namun dalam kenyataannya, masih saja kita dapati seorang yang mengeluh tentang keadaan rizqi nya yang telah Allah berikan. Merasa kurang, tidak cukup, merasa serba kekurangan, dan lain sebagainya dari keluhan - keluhan yang keluar baik secara lisan maupun tulisan (status medsos). 

Padahal jika di perhatikan, banyak dari orang - orang yang sering mengeluh ini, jarang kita dapati yang ia sampai berpuasa berhari - hari karena tidak bisa makan. Bahkan keluahannya pun masih bisa di tulisnya di status media sosial nya. 

Artinya, yang di keluhkan ini bukanlah perkara yang mendasar. Bukan karena kekurangan untuk biaya hidup. Namun lebih pada kebutuhan gaya hidup, menuju gaya hidup hedonisme. 

Jika keadaannya seperti ini, maka pasti tidak akan cukup apapun yang Allah berikan kepadanya berupa rizki materi ataupun non materi untuknya. Karena gaya hidup akan terus berubah dan selalu menuntut kebutuhan yang semakin besar dan semakin tinggi. 

Mungkin saat ini seseorang memiliki gaji per bulannya sebesar 1 juta rupiah. Dan dia bisa menggunakan uang tersebut untuk emenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan mungkin masih bisa menabung dari sisa gajinya. 

Namun ketika Allah tambah rizki untuk nya. Allah berikan gaji untuk nya sebesar 5 juta per bulan. Maka inipun akan cukup untuk memenuhi kehidupan hidup. Mungkin tidak akan tersisa dari gaji tersebut sebesar 4 juta untuk di tabung. Sebagaimana awalnya ia mampu hidup dengan biaya 1 juta per bulan.

Ini menunjukkan gaya hidup selalu menuntut akan hal yang bertambah. Jika seorang mempertututkan gaya hidupnya, maka berapapun rizqi yang ia terima dari Allah ta'ala tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.

Jadi mungkin benar jika di katakan bahwa, Rizki itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun tidak akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup. Wallahu a'lam.


Baca Selengkapnya ....

Catatan KKN Desa Penari

Posted by Abu Mumtazah Sabtu, 31 Agustus 2019 1 komentar
Catatan KKN Desa Penari
Catatan KKN Desa Penari


Belakangan viral tulisan cerita pengalaman Mahasiswa KKN yang diberi judul “KKN Desa Penari”. Cerita di dalam KKN Desa Penari ini syarat dengan mistis dan horor. Mungkin karena genre inilah yang membuat cerita KKN ini menjadi viral di internet.

 

Berawal dari cerita 6 orang mahasiswa yang berangkat KKN ke sebuah desa yang terpencil di tengah hutan di ujung timur jawa. Maka dimulailah kisah mistis KKN Desa Penari ini. 

 

Dari sambutan penampakan seorang perempuan dengan pakaian lengkap seperti penari di tengah hutan. Sampai penampakan yang dikatakan sebagai genderuwo dan yang semisalnya. 

 

Tidak hanya itu saja, di dalam cerita KKN Desa Penari ini juga syarat dengan cerita - cerita seseorang yang mengaku dirinya mengetahui hal yang gaib, seperti bisa mengambil ruh yang tersesat atau ditawan bangsa jin dan yang semisalnya. 

 

Juga dalam cerita ini syarat dengan amalan - amalan kesyirikan yang membahayakan bagi pelakunya karena dapat berpotensi mengeluarkan seseorang dari Islam. 

 

Bagi yang sudah terlanjur membaca kisah KKN di desa terpencil yang syarat dengan cerita horor, mistik dan kental dengan kesyirikan tersebut. Maka berikut beberapa catatan yang hendaknya menjadi perhatian bagi setiap muslim. 

  1. Hendaknya setiap muslim beribadah hanya kepada Allah saja

Diantara catatan dari kisah kkn desa penari yang layak buat kita cermati dan jadikan bekal akidah kita, yaitu bahwasannya ibadah itu hanya untuk Allah. Tidak ada yang berhak diibadahi, baik dari makhluk, jin, setan, iblis, bahkan malaikat yang dekat dengan Allah sekalipun.

 

Diantara bentuk ibadah adalah menyembelih. Maka ibadah menyembelih ini hanya boleh di tujukan kepada Allah. Ketika menyembelih ditujukan kepada selain Allah, baik kepada jin, setan, penunggu desa, atau mungkin juga populer istilah “sing mbaurekso”, maka inilah hakikat dari kesyirikan itu. Yaitu memalingkan salah satu ibadah kepada selain Allah yang seharusnya ibadah tersebut hanya ditujukan kepada Allah. 

 

Jika kita telusuri cerita demi cerita dalam kisah KKN yang viral tersebut. Maka kita akan dapati betapa banyak perbuatan syirik dan kekufuran yang terjadi di sana. 

 

Dari menyembelih untuk selain Allah, memberikan sesajen kepada jin setan dan sejenisnya. Termasuk mempercayai dukun, meyakini dukun bisa mengambil ruh seseorang yang terjebak di alam lain, dan banyak lagi macam nya yang disebutkan dalam kisah kkn tersebut yang kental dengan perbuatan yang menyimpang dari islam. 

 

Termasuk takutnya seseorang untuk berbuat maksiat, takut berbuat dosa, takut kualat karena disana ada jin penari atau atau yang sejenisnya. Ini juga termasuk dari kesyirikan yang hendaknya tidak terjadi pada diri seorang muslim. 

 

Hendaknya setiap muslim takutnya untuk berbuat dosa, maksiat atau yang semacamnya hanya kepada Allah. Bukan takut karena jin setan atau lainnya. 

  1. Hendaknya seorang muslim tidak mempercayai ucapan dukun, para normal, orang pintar atau yang semisalnya 

Di dalam kisah KKN yang viral dalam kurun kurang lebih satu bulan ini. Ada sebuah aktor cukup penting di desa tersebut, yaitu simbah - simbah yang ucapannya mengaku mengetahui sesuatu yang ghaib di percayai oleh pelaku dalam cerita.

 

Ini juga hal yang hendaknya kita buang jauh - jauh dari keyakinan kita. Orang yang semacam ini hakikatnya adalah dukun walau dipanggil dengan sebutan lainnya. 

 

Seorang muslim sudah semestinya menjauhi dukun, tidak datang apalagi bertanya tentang sesuatu padanya, terlebih lagi percaya pada ucapannya. Karena ini konsekuensinya sangat berbahaya terhadap keimanan seorang hamba.

  1. Hendaknya seorang muslim menjaga Ibadahnya kepada Allah dimana saja berada 

Kita juga melihat sekilas potret kehidupan mahasiswa yang diceritakan dalam kisah KKN tersebut, kehidupannya yang jauh dari agama, jauh dari ibadah kepada Allah ta’ala. Bahkan salah satu tokoh yang disebutkan meninggal pun ia meninggalkan sholat dan berbuat syirik berupa pelet atau yang semisal.

 

Begitu juga kehidupan mahasiswa yang lainnya pun nampak dari ucapan - ucapan nya yang jauh dari adab dan akhlak Islam. 

 

Tentu ini adalah hal yang buruk yang hendaknya kita jauhi. Bukan karena takut kepada jin yang katanya menguasai suatu tempat. Namun murni ketaatan kepada Allah. Beramal mengharap Surga dan agar Allah jauhkan dari Neraka. 

  1. Hati - Hati dari keyakinan yang tidak jelas

Termasuk yang menjadi catatan dari kisah yang viral ini adalah hendaknya kita berhati - hati dari keyakinan - keyakinan yang tidak jelas asal usulnya. Keyakinan bahwasannya seseorang dijaga oleh jin, dijamin keselamatannya oleh jin dan lain sebagainya. 

 

Karena yang memberikan keselamatan itu bukan makhluk. Yang memberikan keselamatan bukan jin, atau yang lainnya. Tapi yang memberi keselamatan, mencegah dari mudharat adalah murni hanya Allah ta'ala

 

Allah lah yang dapat memberikan manfaat dan menolak mudharat kepada seseorang. Allah lah yang dapat menyelamatkan seseorang dari bala dan bencana. Maka jangan pernah sandarkan sedikitpun bahwasannya ada kekuatan lain yang menjaga kita sehingga kita bertawakal kepada selain Allah. 

  1. Hendaknya setiap muslim menjauhi perbuatan keji 

Disebutkan dalam sebuah ayat didalam al-Qur’an bahwasannya Sholat akan menjaga diri seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. 

 

Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut:45)

 

Maka terbukti dalam kisah ini. Seorang yang meninggalkan sholat, jauh dari ibadah kepada Allah lah yang berbuat keji, zina, dan berbuat kesyirikan. 

 

Maka hendaknya setiap kita menjaga sholat kita, menjaga ibadah kita dimanapun berada. Agar kita terjaga dari berbagai macam keburukan yang mungkin menimpa kita. 

  1. Hendaknya setiap muslim menutup pintu - pintu yang dapat mengantarkan seseorang kepada perbuatan maksiat 

Untuk dapat terhindar dari perbuatan keji zina dan yang semisal. Maka seseorang hendaknya menutup celah dan pintu - pintu yang dapat mengantarkannya berbuat dosa.

 

Di antara pintu dan celah yang dapat mengantarkan seseorang terjatuh ke dalam perbuatan keji, zina, yaitu berkhalwat (berdua-duaan) di tempat sepi laki-laki dan perempuan. Termasuk juga pintu yang dapat menghantarkan seseorang terjatuh dalam perbuatan dosa yaitu ikhtilat / campur baur laki - laki dan perempuan yang bukan mahram. 

 

Siapa yang ingin selamat, maka hendaknya ia menutup semua celah yang dapat menjerumuskan dirinya kepada perbuatan maksiat kepada Allah ta'ala

 

Demikian sedikit catatan kkn desa penari yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Aamiin.

 

Ditulis : Abu Mumtazah Wahyu

catatan-amw.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Program Takhusus Kajian Silsilah Akidah Di Cianjur

Posted by Abu Mumtazah Minggu, 18 Agustus 2019 1 komentar
Silsilah Kajian Akidah Di Cianjur
Silsilah Kajian Akidah Di Cianjur
Mau belajar akidah, belajar tauhid lebih serius dengan sistem belajar yang mengacu kepada kitab para Ulama Sunnah ? 

Mau belajar memperbaiki dan memperkokoh pondasi keisalaman kita dengan belajar akidah bertingkat mulai dari dasar ? 

Yuuk ikuran program Takhosus Kajian Silsilah Akidah yang diadakan oleh Yayasan Tashfiyyah Wa Tarbiyyah Cianjur sekarang. 

Kajian sunnah Cianjur ini insyaa Allah akan diadakan rutin setiap pekan ke 4 setiap bulannya yang bertempat di Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Samolo, Cianjur. 

Kitab - kitab yang akan di jadikan rujukan dalam program ini insyaa Allah adalah kitab - kitab akidah mulai kitab - kitab dasar belajar akidah yang kemudian berlanjut pada jenjang berikutnya. 

Kitab perdana yang di bahas dalam program takhosus kajian silsilah akidah ini adalah kitab Al Qowa'idul Al Arba' yang di tulis oleh Ulama Ternama yaitu Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah. 

Setiap peserta yang ingin ikut serta dala program ini, bisa langsung mendaftarakan diri nya kepada Panitia di tempat kajian. Atau bisa juga mendaftarkan diri melalui WA di no 0817 0414 024. 

Besar harapan kami atas terselenggaranya kajian ini dengan lebih baik, dan dapat istiqomah terus menerus kedepannya. 

Kajian Takhosus Kajian Silsilah Akidah ini di di selenggarakan atas kerja sama antara Yayasan Tashfiyyah Wa Tarbiyyah dengan DKM Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq Cianjur. 

Baca Selengkapnya ....

Kemana Arah Hijrahmu ?

Posted by Abu Mumtazah Jumat, 25 Januari 2019 0 komentar
Kemana Arah Hijrah Mu
Kemana Arah Hijrah Mu
Hijrah, belakangan ini menjadi populer di kalangan pemuda. Hingga kita dapati berbagai macam komunitas di buat dengan nama komunitas hijrah.

Kita mengenal makna hijrah ini yaitu berpindahnya seseorang dari negeri kafir ke negeri kaum muslimin. Sebagaimana yang terjadi pada hijrah nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah. Dan hijrah dengan makna ini adalah hijrah yang berkaitan dengan jasmani. 

Sedangkan makna hijrah yang di inginkan pada tulisan ringkas kali ini bukan makna hijrah secara jasmani ini. Namun lebih pada hijrah hati menuju Allah, dimana ini adalah pokok dari hijrahnya seseorang. 

Dimana hijrah hati menuju Allah ini berlaku selamanya. Dan setiap insan manusia hendaknya selalu berhijrah menuju Allah. 

Hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, hijrah dari gelapnya kejahilan menuju terangnya Ilmu, hijrah dari gelapnya kesyirikan menuju tauhid. 

Hakikat hijrah ini di terangkan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,

الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Orang-orang yang berhijrah dengan sesungguhnya adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka kandungan hijrah adalah sebuah perjalanan panjang dimana seorang insan manusia berusaha untuk meninggalkan apa - apa yang menjadi larangan manusia. 

Dimana setiap detik dalam kehidupan manusia, selalu ia mendapat bujuk rayu syaitan untuk melakukan hal - hal yang di murkai Allah, hal - hal yang di larang Allah. Dan setiap itu pula seorang hamba yang berhijrah ia melawan bisikan itu, dan ia terus berjalan kedepan, tidak tengok kiri kanan, lurus diatas ketaatan. 

Maka hijrah yang inti ada di dalam hati seorang. Dimana ketika tekad kuat sudah terkumpul di dalam hati untuk berjalan menuju Allah. Maka jasad pun akan mengikuti apa yang menjadi tekad hati tersebut. 

Bagaimana Hijrah Anda ?

Dalam perjalan hijrah, mungkin saja seorang hamba terseok, terjatuh dalam sebuah kesalahan. Namun dengan tekad yang bulat untuk hijrah hati menuju Allah. Maka batu sandungan, lubang yang pernah ia terjatuh di dalamnya ini tidak memberikan mudhorot padanya. 

Karena ia selalu mengambil pelajaran di setiap kesalahan yang di lakukan. Sehingga dalam perjalanan berikutnya, ia selalu waspada dan tidak akan terjatuh dalam lubang yang sama. 

Lalu bagaimana hijrah kita ? Sudahkan kita selalu mengambil pelajaran dari terjatuhnya kita dalam sebuah kesalahan - kesalahan hidup kita sebelumnya ? 

Ataukah justru hijrah kita hanya sekedar cover dan komunitas berubah baju saja ? Sementara hakikat hijrah belum masuk ke dalam hati kita. 

Khalwat, ikhtilat, mendengar, bermain musik, hukumnya haram di dalam Islam. Maka seorang yang ingin berhijrah menuju Allah ta'ala. Hendaknya ia tinggalkan hal tersebut karena takut akan adzab Allah. 

Bukan justru merubah cover tampilan yang haram menjadi nampak Islami. lalu ia geluti hal tersebut untuk meraih simpati para pemuda. 

Berkaitan dengan musik, bukankah kita telah membaca Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, 

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari)

Dari hadits diatas terang sudah tentang keharaman musik. Dan kelak ada sebagian manusia yang menghalal musik. Dan hari ini kita dengar tentang dakwah melalui musik yang Islami. Maka terjadi apa yang di sabdakan rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam. 

Maka apakah seorang muhajir yang mengaku berhijrah menuju Allah ta'ala ia akan mengikuti hawa nafsunya dalam menghalalkan dan mengharamkan ? 

Jangan biarkan hijrah kita hanya sekedar selogan atau cover komunitas saja. Sementara perjalanan kita masih di tempat, dan mungkin belum berpindah dan hanya ganti baju saja. 

Semoga Allah berikan hidayah taufiq kepada kita semua. Amiiin. 


Baca Selengkapnya ....
support - Original design by Bamz | Copyright of Catatan AMW.