Pages

Catatan KKN Desa Penari

Posted by Abu Mumtazah Sabtu, 31 Agustus 2019 1 komentar
Catatan KKN Desa Penari
Catatan KKN Desa Penari


Belakangan viral tulisan cerita pengalaman Mahasiswa KKN yang diberi judul “KKN Desa Penari”. Cerita di dalam KKN Desa Penari ini syarat dengan mistis dan horor. Mungkin karena genre inilah yang membuat cerita KKN ini menjadi viral di internet.

 

Berawal dari cerita 6 orang mahasiswa yang berangkat KKN ke sebuah desa yang terpencil di tengah hutan di ujung timur jawa. Maka dimulailah kisah mistis KKN Desa Penari ini. 

 

Dari sambutan penampakan seorang perempuan dengan pakaian lengkap seperti penari di tengah hutan. Sampai penampakan yang dikatakan sebagai genderuwo dan yang semisalnya. 

 

Tidak hanya itu saja, di dalam cerita KKN Desa Penari ini juga syarat dengan cerita - cerita seseorang yang mengaku dirinya mengetahui hal yang gaib, seperti bisa mengambil ruh yang tersesat atau ditawan bangsa jin dan yang semisalnya. 

 

Juga dalam cerita ini syarat dengan amalan - amalan kesyirikan yang membahayakan bagi pelakunya karena dapat berpotensi mengeluarkan seseorang dari Islam. 

 

Bagi yang sudah terlanjur membaca kisah KKN di desa terpencil yang syarat dengan cerita horor, mistik dan kental dengan kesyirikan tersebut. Maka berikut beberapa catatan yang hendaknya menjadi perhatian bagi setiap muslim. 

  1. Hendaknya setiap muslim beribadah hanya kepada Allah saja

Diantara catatan dari kisah kkn desa penari yang layak buat kita cermati dan jadikan bekal akidah kita, yaitu bahwasannya ibadah itu hanya untuk Allah. Tidak ada yang berhak diibadahi, baik dari makhluk, jin, setan, iblis, bahkan malaikat yang dekat dengan Allah sekalipun.

 

Diantara bentuk ibadah adalah menyembelih. Maka ibadah menyembelih ini hanya boleh di tujukan kepada Allah. Ketika menyembelih ditujukan kepada selain Allah, baik kepada jin, setan, penunggu desa, atau mungkin juga populer istilah “sing mbaurekso”, maka inilah hakikat dari kesyirikan itu. Yaitu memalingkan salah satu ibadah kepada selain Allah yang seharusnya ibadah tersebut hanya ditujukan kepada Allah. 

 

Jika kita telusuri cerita demi cerita dalam kisah KKN yang viral tersebut. Maka kita akan dapati betapa banyak perbuatan syirik dan kekufuran yang terjadi di sana. 

 

Dari menyembelih untuk selain Allah, memberikan sesajen kepada jin setan dan sejenisnya. Termasuk mempercayai dukun, meyakini dukun bisa mengambil ruh seseorang yang terjebak di alam lain, dan banyak lagi macam nya yang disebutkan dalam kisah kkn tersebut yang kental dengan perbuatan yang menyimpang dari islam. 

 

Termasuk takutnya seseorang untuk berbuat maksiat, takut berbuat dosa, takut kualat karena disana ada jin penari atau atau yang sejenisnya. Ini juga termasuk dari kesyirikan yang hendaknya tidak terjadi pada diri seorang muslim. 

 

Hendaknya setiap muslim takutnya untuk berbuat dosa, maksiat atau yang semacamnya hanya kepada Allah. Bukan takut karena jin setan atau lainnya. 

  1. Hendaknya seorang muslim tidak mempercayai ucapan dukun, para normal, orang pintar atau yang semisalnya 

Di dalam kisah KKN yang viral dalam kurun kurang lebih satu bulan ini. Ada sebuah aktor cukup penting di desa tersebut, yaitu simbah - simbah yang ucapannya mengaku mengetahui sesuatu yang ghaib di percayai oleh pelaku dalam cerita.

 

Ini juga hal yang hendaknya kita buang jauh - jauh dari keyakinan kita. Orang yang semacam ini hakikatnya adalah dukun walau dipanggil dengan sebutan lainnya. 

 

Seorang muslim sudah semestinya menjauhi dukun, tidak datang apalagi bertanya tentang sesuatu padanya, terlebih lagi percaya pada ucapannya. Karena ini konsekuensinya sangat berbahaya terhadap keimanan seorang hamba.

  1. Hendaknya seorang muslim menjaga Ibadahnya kepada Allah dimana saja berada 

Kita juga melihat sekilas potret kehidupan mahasiswa yang diceritakan dalam kisah KKN tersebut, kehidupannya yang jauh dari agama, jauh dari ibadah kepada Allah ta’ala. Bahkan salah satu tokoh yang disebutkan meninggal pun ia meninggalkan sholat dan berbuat syirik berupa pelet atau yang semisal.

 

Begitu juga kehidupan mahasiswa yang lainnya pun nampak dari ucapan - ucapan nya yang jauh dari adab dan akhlak Islam. 

 

Tentu ini adalah hal yang buruk yang hendaknya kita jauhi. Bukan karena takut kepada jin yang katanya menguasai suatu tempat. Namun murni ketaatan kepada Allah. Beramal mengharap Surga dan agar Allah jauhkan dari Neraka. 

  1. Hati - Hati dari keyakinan yang tidak jelas

Termasuk yang menjadi catatan dari kisah yang viral ini adalah hendaknya kita berhati - hati dari keyakinan - keyakinan yang tidak jelas asal usulnya. Keyakinan bahwasannya seseorang dijaga oleh jin, dijamin keselamatannya oleh jin dan lain sebagainya. 

 

Karena yang memberikan keselamatan itu bukan makhluk. Yang memberikan keselamatan bukan jin, atau yang lainnya. Tapi yang memberi keselamatan, mencegah dari mudharat adalah murni hanya Allah ta'ala

 

Allah lah yang dapat memberikan manfaat dan menolak mudharat kepada seseorang. Allah lah yang dapat menyelamatkan seseorang dari bala dan bencana. Maka jangan pernah sandarkan sedikitpun bahwasannya ada kekuatan lain yang menjaga kita sehingga kita bertawakal kepada selain Allah. 

  1. Hendaknya setiap muslim menjauhi perbuatan keji 

Disebutkan dalam sebuah ayat didalam al-Qur’an bahwasannya Sholat akan menjaga diri seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. 

 

Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut:45)

 

Maka terbukti dalam kisah ini. Seorang yang meninggalkan sholat, jauh dari ibadah kepada Allah lah yang berbuat keji, zina, dan berbuat kesyirikan. 

 

Maka hendaknya setiap kita menjaga sholat kita, menjaga ibadah kita dimanapun berada. Agar kita terjaga dari berbagai macam keburukan yang mungkin menimpa kita. 

  1. Hendaknya setiap muslim menutup pintu - pintu yang dapat mengantarkan seseorang kepada perbuatan maksiat 

Untuk dapat terhindar dari perbuatan keji zina dan yang semisal. Maka seseorang hendaknya menutup celah dan pintu - pintu yang dapat mengantarkannya berbuat dosa.

 

Di antara pintu dan celah yang dapat mengantarkan seseorang terjatuh ke dalam perbuatan keji, zina, yaitu berkhalwat (berdua-duaan) di tempat sepi laki-laki dan perempuan. Termasuk juga pintu yang dapat menghantarkan seseorang terjatuh dalam perbuatan dosa yaitu ikhtilat / campur baur laki - laki dan perempuan yang bukan mahram. 

 

Siapa yang ingin selamat, maka hendaknya ia menutup semua celah yang dapat menjerumuskan dirinya kepada perbuatan maksiat kepada Allah ta'ala

 

Demikian sedikit catatan kkn desa penari yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Aamiin.

 

Ditulis : Abu Mumtazah Wahyu

catatan-amw.blogspot.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Catatan KKN Desa Penari
Ditulis oleh Abu Mumtazah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://catatan-amw.blogspot.com/2019/08/catatan-kkn-desa-penari.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

Study Writing mengatakan...

Trimaksh informasi nya

Posting Komentar

support - Original design by Bamz | Copyright of Catatan AMW.